Rabu, 30 November 2011

Optimalisasi Peran Sekolah Dasar (SD) dalam Mencetak Lulusan Berkompetensi Entrepreneurship”


OPTOMALISASI MENCETAK ENRTEPRENEUR SEJAK USIA DINI
Oleh : Drs. Mochamad Taufik

 BAB I
PENDAHULUAN

Untuk mengasah jiwa entreprenur Anda klik : Rizqi Online

1.1. Latar belakang masalah
Menarik untuk menyimak isi  Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2005, tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), menyatakan tujuan pembangunan adalah difokuskan pada usaha mengurangi kemiskinan dan pengangguran.
Patut kita kritisi bahwa, Perpres itu akan sulit terealisasi  karena  apa yang terjadi di lapangan menunjukan  angka pengangguran masih tinggi.  Data survei tenaga kerja nasional tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Nasional (Bappenas), dari 21,2 juta masyarakat Indonesia yang masuk dalam angkatan kerja, sebanyak 4,1 juta atau sekitar 22,2 persen adalah pengangguran, dan tingkat pengangguran terbuka itu didominasi oleh lulusan diploma dan universitas dengan kisaran angka di atas 2 juta orang. Pengangguran jenis ini kerap disebut “pengangguran akademik”. (Kompas, 2010)
Coba kita amati. angka pengangguran tahun 2010 diperkirakan masih akan tinggi, berkisar antara 8-10%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 yang diproyeksikan sebesar 5 %, dinilai tidak akan cukup untuk menyerap seluruh tenaga kerja yang memasuki usia kerja (Solo Pos, 2010). Jumlah ini belum ditambah dengan angka pemutusan hubungan kerja (PHK), bencana alam seperti gempa, longsor, banjir, dan lain-lain yang  tidak terduga  dan  turut menambah jumlah pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.
Berbicara mengenai pengangguran, tidak terlepas kaitannya dengan kemiskinan dan kesejahteraan rakyat, hal ini sangat berhubungan karena manusia yang mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang memadai tentu akan dapat  memenuhi kebutuhan diri, keluarga dan lingkungannya, dan seiring dengan itu akan mempunyai kesejahteraan yang layak. Kesejahteran akan berimbas pada sektor pendidikan dan kesehatan, dan diharapkan  akan  mampu berperan aktif membangun komunitas dimana dia tinggal dan pada akhirnya dapat turut serta membangun bangsa.
Salah satu faktor yang menyebabkan masih banyaknya angka penganguran yang berasal dari lulusan SLTA, diploma maupu perguruan tinggi karena sistem pendidikan di Indonesia yang tidak mengembangkan jiwa soft skill (keterampilan lain di luar kompetensi utama), padahal pada kenyataanya soft skill sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Sehingga terjadi ketidakcocokan antara sumber daya manusia yang tersedia dengan kebutuhan dunia kerja.
Kewirausahaan adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah pengangguran yang berasal dari lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) maupun perguruan tinggi. Dengan digalakkannya program pengembangan entrepreneurship di kalangan siswa sejak dini, sekolah dasar (SD). Agar diharapkan  kelak generasi muda ini, mempunyai jiwa jobcreator bukan job seeker. Idealnya dalam suatu negara presentasi masyarakat yang bergerak di dunia wirausaha adalah 1% dari jumlah penduduk, karena kewirausahaan adalah motor penggerak ekonomi sebuah negara. Dari sektor informal ini dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 63% dibandingkan dengan sektor formal yang hanya menyerap sebanyak 37% (Muhaimin Iskandar,2010).
1.2 Identifikasi Masalah
Dengan mempertimbangkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan masalah dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut :
“Bagaimana optimalisasi peran sekolah dasar (SD) dalam mencetak lulusan berkompetensi entrepreneurship
1.3  Tujuan
Karya tulis ini bertujuan untuk :
  1. Mendeskripsikan penyebab yang terjadi masih banyaknya pengangguran akademik yang ada di Indonesia.
  2. Memberikan pengetahuan dan informasi tentang entrepreneurship dan apa manfaatnya untuk siswa sejak dini, SD.
  3. Meningkatkan optimalisasi sekolah dalam menciptakan atmosfer entreprenuership agar kelak dapat tercipta lulusan yang unggul dari segi hard skill maupun soft skill dan berkompetensi entrepreneurship.
1.4  Manfaat
Karya tulis ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada dalam perannya menciptakan sarjana berkompetensi entrepreneurship yang tentunya selain mempunyai hard skil ditambah dengan soft skill.
Melalui karya tulis ini perguruan tinggi yang mencakup di dalamnya terdapat dosen, rekorat, dekanat dan mahasiswa dapat menumbuhkan ide-ide baru dan berbeda dalam menciptakan lulusan entrepreneurship. Kerja sama sinergis diantaranya dapat saling membantu optimalisasi peran perguruan tinggi itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar