Senin, 28 November 2011

PTK guru SD : “Optimalisasi kecerdasan majemuk pada pembelajaran sumber daya alam dan cara melestarikannya sebagai upaya membangun kepedulian lingkungan siswa SD.”

Oleh : Drs. H.M. Taufik

Untuk Optimalkan kesehatan Anda klik : Saranakesehatan1

BAB I PENDAHULUAN


A.   LATAR BELAKANG 

Sains (Ilmu Pengetahuan Alam) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis dan bukan hanya kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip saja  tetapi juga merupakan proses penemuan. Pendidikan Sains di sekolah dasar diharapkan dapat menjadi  wahana bagi siswa untuk mempelajari dirinya sendiri dan alam sekitarnya.
Kegiatan pembelajaran Sains menurut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang menjadi pedoman pelaksanaan pendidika saat ini, ditekankan pada pemberian pengalaman langsung. Siswa perlu dibantu untuk mengembangkan sejumlah ketrampilan proses untuk menjelajahi alam sekitar dan memahaminya.
Adapun salah satu tujuan pembelajaran Sains di sekolah dasar menurut KBK yaitu  agar siswa ikut serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam.
            Menurut Colin Rose (1999) mengatakan bahwa Howard Gardner dan para kolegannya di Universitas Hardvard telah menunjukkan, ketika orang melibatkan beberapa kecerdasan, kemampuannya meningkat pesat.
            Adapun di SD Al Hikmah Surabaya sejak tahun ajar 2005-2006 penetapkan kelas berdasarkan Muktiple Intelegence  (Kecerdasan Majemuk). Dari delapan kecerdasan disaring dan ditetapkan menjadi tiga kelas kecerdasan utama, diantaranya : pertama, kelas matematis, yang terdiri dari kecerdasan logis-matematis dan intrapersonal. Kedua, kelas linguistik, yang terdiri dari kecerdasan linguistik, interpersonal dan musical. Ketiga, kelas kinestetik, yang terdiri dari kecerdasan kinestetik, spasial dan natural.
Untuk mendorong tercapainya keberhasilan dalam tujuan pembelajaran Sains di atas, maka penulis memiliki ide  mengaplikasikan pembelajaran sumber daya alam  untuk mengoptimalkan kecerdasan majemuk. Ide tersebut penulis tuangkan dalam tulisan dengan judul “Optimalisasi kecerdasan majemuk pada pembelajaran sumber daya alam dan cara melestarikannya sebagai upaya membangun kepedulian lingkungan siswa SD.”

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang  di atas maka penulis mengemukakan rumusan masalah sebagai berikut :
1.     Apakah pembelajaran sumber daya alam dan cara melestarikannya dapat mengoptimalkan kecerdasan majemuk ?
2.     Apakah pembelajaran sumber daya alam dan cara melestarikannya dapat mengupayakan kepedulian lingkungan siswa SD ?

C. BATASAN MASALAH
            Kegiatan belajar mengajar Sains yang diterapkan di SD Al Hikmah Surabaya melibatkan 1 pengajar dalam 3 kelas, tiap kelas rata-rata  terdiri dari 32 siswa. Materi pembelajaran yang diangkat adalah sumber daya alam dan cara melestarikannya. Siswa yang dijadikan obyek penelitian adalah siswa kelas 3 SD  yang melibatkan 3 kelas, yaitu kelas logis matematis, kelas kinestetik dan kelas linguistik.

D. TUJUAN
Adapun tujuan pembuatan karya tulis ini antara lain ::
1.  Penulis ingin menjabarkan optimalisasi kecerdasan majemuk dalam pembelajaran  sumber daya alam dan cara melestarikannya pada siswa kelas 3 SD Al Hikmah Surabaya.
2.  Untuk membuktikan  pembelajaran sumber daya alam dan cara melestarikannya dapat mengupayakan kepedulian lingkungan siswa SD.

E. MANFAAT
1. Bagi Peneliti
a.    Sebagai ajang penuangan ide atau pemikiran.
b.    Sebagai ajang pemecahan terhadap masalah yang diteliti.
c.    Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup.
2. Bagi Lembaga Pendidikan
a.    Sebagai informasi tentang pentingnya penyadaran peduli lingkungan hidup melalui pendidikan formal dan sejak usia dini.
b.    Sebagai sumbangan pemikiran terhadap pendidikan lingkungan hidup pada siswa sekolah dasar.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA

 A. KECERDASAN MAJEMUK
            Howard Gardner dan rekan-rekanya di Harvard University telah menunjukkan bahwa setiap anak mempunyai banyak cara berbeda untuk menjadi pandai (cerdas). Dan setiap anak memiliki delapan kecerdasan (kecerdasan majemuk) dengan kadar berbeda-beda, yaitu : spasial (berfikir dalam citra dan gambar),  linguistik (berfikir dengan kata-kata),  interpersonal (berfikir lewat komunikasi dengan orang lain),  musikal (berfikir dalam irama dan melodi), naturalis (berfikir dalam acuan alam), badan-kinestetik (berfikir melalui sensasi dan gerakan fisik), intrapersonal (berfikir secara reflektif diri sendiri), logis-matematis (berpikir dengan penalaran). (Armstrong, 2002)
            Semua anak dapat mengembangkan setiap  kecerdasan tersebut  sampai tingkat kompetensi yang cukup tinggi. Namun, mereka tampak mulai menunjukkan perilaku yang di sebut Howard Gardner sebagai “kecenderungan” (inklinasi) terhadap kecerdasan tertentu sejak usia yang masih sangat muda. Saat menginjak usia sekolah, anak-anak mungkin telah mengembangkan cara belajar yang lebih banyak menggunakan salah satu kecerdasan dibanding kecerdasan yang lain. (Armstrong, 2004)
Salah satu cara yang baik untuk mengenali kecerdasan yang paling berkembang dari para siswa adalah dengan mengamati kenakalan mereka di kelas. Siswa yang memiliki kecerdasan linguistik tinggi akan sering menyela pembicaraan, siswa yang memiliki kecerdasan spasial tinggi akan suka mencorat-coret dan melamun,  siswa yang kecerdasan interpersonal tinggi akan suka mengobrol, dan siswa yang memiliki kecerdasan kinestetis-jasmani tidak suka duduk diam, sedangkan siswa memiliki minat yang tinggi pada alam mungkin aakn membawa binatang ke dalam kelas tanpa izin. Melalui kenakalan mereka , secara metaforis mereka berkata,”Inilah cara saya belajar, Pak/Bu Guru, dan apabila Anda tidak mengajari saya melalui cara belajar saya yang paling alamiah, apa yang akan terjadi ? Bagaimanapun juga saya tetap akan melakukannya.” Kenakalan yang berkaitan dengan kecerdasan tertentu ini, kemudian menjadi semacam seruan minta tolong-indikator diagnostik tentang bagaimana seorang siswa seharusnya mendapatkan pengajaran. (Armstrong, 2004)
Teori Kecerdasan Majemuk (KM) membuka kemungkinan pada berbagai macam strategi pengajaran yang mudah diterapkan di kelas. Strategi-strategi ini biasanya adalah strategi yang digunakan oleh para guru yang baik selama beberapa dekade. Setiap siswa memiliki kecenderungan tertentu pada kedelapan kecerdasan. Oleh karena itu, setiap strategi mungkin akan berhasil pada sekelompok siswa, tetapi mungkin akan gagal jika diterapkan pada sekelompok siswa yang lain. (Armstrong, 2004)

B. SUMBER DAYA AlAM  DAN CARA MELESTARIKANNYA
1. Pengunaan Sumber Daya Alam
Bumi kita kaya akan sumber daya alam (SDA). Air , tumbuhan dan hewan termasuk sumber daya alam.

a.  Manfaat Air
Air merupakan sumber daya alam yang sangat melimpah. Bukankah perairan lebih luas dari daratan ?.Di sumur, di sungai, di danau, di waduk, di rawa-rawa, di mata air, di dalam tanah, bahkan di laut terdapat banyak air. Tetapi air bisa menimbulkan persoalan bila kita tidak mengatur dengan baik, misalnya bencana banjir dll.

b. Manfaat Tumbuhan
Tahukah kamu bahwa Indonesia memiliki beraneka ragam jenis tumbuhan. Allah menciptakan semua jenis tumbuhan itu untuk manusia, agar dapat  dimanfaat dan dipelihara jangan sampai  dirusak (digungul).  Jika tanah/hutan gudul, air sungai mengering sehingga air sulit didapat. Tanah menjadi gersang akhirnya tanaman sulit tumbuh. Apabila musim hujan tiba, dapat timbul bencana tanah longsor dan banjir. Contoh manfaat tumbuhan sebagai sumber makana antara lain  :Padi, jagung, bayam, kacang panjang, cabe, dll. 

c. Manfaat Hewan
Hewan yang hidup di Indonesia juga beraneka ragam, misalnya komodo, tapir, burung cendrawasih, badak, banteng, gajah, orang utan,  harimau dll.  Sayang, hampir semua jenis hewan tersebut sekarang hampir punah.
Pernahkah kamu menaiki kuda/unta/gajah ? Dalam hal itu berarti kamu memanfaatkan … dari sumber daya hewan. Pernahkah kamu rasahkan lezatnya daging ayam/kambing/cumi-cumi? Dalam hal itu kita memanfaatkan hewan sebagai 
2. Pelestarian Lingkungan
Lingkungan akan terjaga kelastariannya jika kita menjaga dan merawatnya dengan baik.  Contoh perilaku manusia peduli pada ligkungan misalnya,  melakukan penghijauan  pada tanah / hutan yang gundul, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan selokan agar air lancar mengalir.
Lingkungan akan hancur kelastariannya jika kita membiarkan bahkan merusaknya. Contoh perilaku manusia merusak pada ligkungan antara lain : menembangi/menggunduli  pohon di tanah / hutan. Membuang sampah sembarangan, misal  di jalan, di sungai, di selokan, di pantai, dll.  Menangkap ikan dengan racun. Membuang limbah pabrik ke dalam sungai. Menggunakan obat pembasmi hama secara berlebihan.Menebangan hutan berarti juga mengurangi tempat resapan air, terjadi banjir, hewan punah, tanah longsor. Penangkapan ikan dengan bahan peledak berarti membunuh ikan kecil dan merusak terumbuh karang. Berburu hewan berarti ? Membuang sampah/limbah ke sungai/laut berarti ?
C. KEPEDULIAN LINGKUNGAN HIDUP MELALUI PENDIDIKAN
Pandangan Islam dalam masalah sebab-sebab dan factor-faktor yang mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan, yang mengganggu keseimbangannya, serta berbaliknya nikmat dan rahmat menjadi becana bagi manusia. Masalah ini sangat jelas, bahwasanya tingkah-laku manusia yang menyimpang dari sunnah Allah merupakan sebab pertama di balik semua itu. Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman  : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagaian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).” (QS. Ar-Rum : 41) (Qaradhawi, 2001)
Berbagai masalah lingkungan yang dihadapi manusia di Bumi itu tidak terlampau sukar diidentifikasikan, bahkan tidak sulit dilakukan cara pemecahannya. Namun kenyataan membuktikan bahwa janji dan kesepakatan untuk melakukan tindakan guna memecahkan masalah lingkungan itu tak dapat terpenuhi (Soewardiati, 1992 ).
Pembaharuan yang paling manusiawi tak ada pilihan lain kecuali dengan pendidikan manusia pembina lingkungan. Ada tiga tempat yang tak dapat dipisahkan satu sama lain untuk melaksanakan pendidikan, termasuk lingkungan, yaitu rumah, sekolah dan masyarakat (Soewardiati, 1992).
Rumah merupakan tempat pendidikan lingkungan yang pertama dan utama bagi anak-anak. Di rumahlah si anak pertama kali mendapat pelajaran dan contoh mengenai berbagai perilaku, terutama dari ibu dan bapaknya.

Pendidikan kedua adalah di sekolah. Pendidikan lingkungan di sekolah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu bentuk kurikuler maupun esktrakurikuler. Pendidikan lingkungan juga dapat disisipkan pada mata pelajaran yang lain (Soewardiati, 1992). Di lingkungan pendidikan formal, titipan misi pelestarian lingkungan memang sudah di mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi. Misi ini, baik lewat pelajaran IPA, IPS, Agama, PPKn, Bahasa Indonesia, maupun dalam bentuk mata kuliah seperti Ekosistem, Teknik Lingkungan, Kesehatan Lingkungan, Kimia lingkungan/ Pengetahuan Lingkungan telah dilakukan. Tujuan pengajaran Sains di Sekolah Dasar dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) disebutkan agar siswa ikut serta dalam memelihara, menjaga, melestarikan lingkungan alam, menghargai ciptaan Tuhan akan lingkungan alam,  dan mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep sains yang akan bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Depdiknas, 2001)

Untuk melihat cara Optimalisasi kebutuhan Anda klik : Rizqi Online

 BAB III 
PELAKSANAAN  KEGIATAN YANG
DILAKUKAN 

A. Kondisi dan Suasana Sekolah
Sekolah Dasar Al Hikmah terletak di wilayah  Surabaya Selatan, tempatnya di jalan Gayung Kebonsari Tengah nomer 10 Surabaya. SD Islam yang berdiri sejak tahun 1990 ini, menyandang juara teladan nasional  tahun 1996 pada lomba lingkungan sekolah sehat (LLSS).
Pada tahun ajar 2005-2006 SD Al Hikmah menerapkan kelas KM (kecerdasan Majemuk) mulai dari jenjang kelas 3 sampai kelas 6. Dari delapan kecerdasan disaring dan ditetapkan menjadi tiga kecerdasan utama, diantaranya :Kelas Matematis yang terdiri dari kecerdasan logis-matematis dan intrapersonal.
Kelas Linguistik yang terdiri dari kecerdasan linguistik, interpersonal, dan musikal.Kelas Kinestetik yang terdiri dari kecerdasan kinestetik, spasial, dan natural.
Pengklasifikasian kecerdasan ini didasarkan pada adanya titik kesamaan dalam subtansi dari masing-masing kecerdasan. Penetapan ini bersifat sementara, artinya dalam perjalan waktu dan seiring dengan semakin mantapnya program sekolah, bisa jadi kedelapan kecerdasan dapat terlayani maksimal menjadi kelas tersendiri. (Majalah Al Hikmah, Agustus 2005)
            Pada penelitian kali ini penulis pilih jenjang kelas 3 karena penulis adalah pengajar Sains   kelas 3.  Berdasarkan hasil pengamatan tim Bimbingan Konseling SD Al Hikmah menetapkan :  Kelas 3 A, 3 D, dan 3 F adalah kelas matematis, kelas 3 B tergolong kelas kinestetik, kelas 3 C, dan 3 E tergolong kelas linguistik. Adapun yang menjadi focus penelitian adalah pada kelas 3 B untuk kategori kelas kinestetik, kelas 3 D yang mewakili kelas matematis, dan kelas 3 E yang mewakili kelas linguistik.

B. Kompetensi Dasar Sains Kelas 3 SD : Sumber Daya Alam dan

     Cara Melestarikannya

            Kompetensi Sains di Sekolah Dasar menurut KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yang harus dicapai meliputi  : (1) Mampu bersikap ilmiah dengan penekanan p pada sikap ingin tahu, bertanya, dan bekerjasama.  (2) Mampu menerjemahkan perilaku alam tentang diri dan lingkungan di sekitar rumah dan sekolah. (3) Mampu memanfaatkan Sains dan merancang / membuat produk teknologi sederhana dengan menerapkan prinsip Sains dan mampu mengelola lingkungan sekitar rumah dan sekolah serta memiliki saran/usul untuk mengatasi dampak negatif teknologi di sekitar rumah dan sekolah. 
Kompetensi dasar untuk mata pelajaran Sains (IPA) di kelas 3 pada materi sumber daya alam dan cara melestarikannya : Mendiskripsikan cara manusia menggunakan sumber daya alam dan cara melestarikannya.
            Indikator pencapaian hasil belajar yang harus dicapai antara lain : (1) Mengidentifikasi berbagai cara manusia menggunakan sumber daya alam, misalnya : air, tumbuhan dan hewan. (2) Mencari contoh tingkah laku yang menunjukkan kepedulian dan yang  merusak lingkungan, dan menjelaskan mengapa hal tersebut bermanfaat atau merusak.

C. Penyajian Program Pelajaran

          Penyajian program pembelajaran dijabarkan menjadi rencana mengajar harian yang disiapkan guru untuk membimbing siswa. Rencana mengajar harian yang dipakai standart pembelajaran di SD Al Hikmah dengan menggunakan 4 tahapan yaitu :  (1) apersepsi,  (2) penanaman konsep, (3) pemahaman konsep, (4) ketrampilan.

            Pada karya tulis ini,  persiapan mengajar harian yang digunakan adalah sebagai berikut :


1. Apersepsi
  • Guru menunjukkan gambar-gambar lingkungan yang baik dan lingkungan yang buruk.
  • Siswa secara bergantian mengamati gambar tersebut.
  • Guru bertanya : Seandainya kalian adalah seorang  menteri lingkungan hidup/ gubenur/walikota/ Camat/lurah/guru/dll, bagaimana cara kalian mengatasi agar lingkungan tidak rusak ? (anak secara bergantian menjawab sesuai dengan peran yang diinginkan)

2. Penanaman Konsep
  • Setelah siswa menjawab sesuai dengan peran tersebut, guru mengajukan beberapa pertanyaan :
- Apakah sama antara gambar lingkungan yang baik dengan lingkungan yang
    buruk ?
- Apakah perbedaan antara gambar lingkungan yang baik dengan yang buruk ?
- Siapa yang menyebabkan lingkungan menjadi baik/buruk ?
  • Guru mengarahkan agar jawaban siswa, berfokus pada pengaruh manusia terhadap lingkungan.
  • Guru menjelaskan/menegaskan kembali bahwa :
-Lingkungan yang rusak dapat diperbarui.
-Hutan yang gundul  dapat ditanam kembali.
-Hewan yang hampir punah bisa dilindungi.
  • Guru mengkaitkan hal tersebut dengan  Sumber Daya Alam (SDA)
  • Guru menjelaskan tentang Sumber Daya Alam (SDA) ada yang dapat diperbarui dan ada yang tidak dapat diperbaruhi.
  • Guru menyuruh siswa untuk membuat tulisan/karangan/pengamatan tentang memelihara/ merawat tumbuhan / hewan.
  • Guru menyuruh siswa untuk mempresentasikan hasil tulisannya/pengamatannya.

3. Pemahaman Konsep
  • Guru mengambil beberapa gambar tentang SDA  (gambar berbagai hewan, tumbuhan, dan aneka barang tambang) dan dibagikan kepada siswa.
  • Siswa secara berkelompok disuruh mengolongkan mana yang termasuk SDA yang dapat diperbarui dan mana yang tidak dapat diperbarui.
  • Guru bertanya kepada siswa secara bergantian contoh SDA yang dapat diperbarui dan mana yang tidak dapat diperbarui serta menjelaskan alasannya.
  • Guru menjelaskan tentang kerusakan lingkungan dan cara mengatasinya.

4. Tahap Ketrampilan 
  • Siswa membuat  mind mapping (peta pikiran) tentang SDA dan cara mengatasinya.
  • Guru menyuruh siswa untuk membuat tulisan/karangan/pengamatan tentang kerusakan lingkungan dan cara mengatasinya..
  • Guru menyuruh siswa untuk mempresentasikan hasil tulisannya/pengamatannya.

Bersambung
Untuk melihat sarana yang dapat mengoptimalkan kesehatan klik :  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar